Training IoT to SMK Telkom Banjarbaru

Salatiga, 24 Maret 2018, berangkat pagi-pagi menuju Bandara Ahmad Yani dengan tujuan penerbangan ke Jakarta. Kenapa ke Jakarta ? Hahaha.. Iya, karena starter kit untuk training perlu di ambil di Jakarta terlebih dahulu (nginep semalam di kost Kak Alfa, Alden, dan Fatchul). Lalu besoknya 25 Maret 2018 terbang langsung dari Jakarta  (Soetta) menuju Banjarbaru (Syamsudin Noor).

Ini merupakan pengalaman pertama kali saya nge-training siswa dan guru di SMK Telkom Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sangat senang sekali selama berada di Banjarbaru disambut hangat oleh Pak Agus (Kepala Sekolah SMK Telkom Banjarbaru). Pas sampai di Banjarbaru dijemput langsung oleh Pak Agus, terimakasih banyak pak Agus karena sudah meluangkan waktunya untuk menjemput saya di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru. Kemudian dijamu makan malam bersama pak Agus dan diantarkan jemput di hotel.

Hari Pertama training, saya disambut hangat oleh para guru dan siswa SMK Telkom Banjarbaru. Saat pertama mulai sesi siswa dan guru sangat tertarik untuk belajar tentang Internet of Things (IoT). Mereka sangat antusias sekali selama mengikuti kegiatan training IoT selama 2 hari (26-27 Maret 2018). Sangat seru sekali banyak siswa dan guru belajar hal baru tentang IoT dengan platform dari Arkademy.com. Kegiatan dihari pertama dimulai dengan penjelasan sekilas tentang IoT kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung dengan mengikuti modul Arkademy yaitu D’Light. Mereka belajar tentang cara flashing firmware ke device NodeMCU dan konfigurasinya melalui platform Arkademy. Karena Arkademy ini merupakan platform pembelajaran yang masih baru, jadi di awal-awal banyak yang masih mengalami kesulitan baik dalam hal flashing maupun konfirgurasi device NodeMCU-nya. Namun, kendalanya tidak terlalu berarti sudah dapat diatasi dengan baik.

Hari Kedua training, dilanjutkan dengan penjelasan tentang Git Arkademy. Kalian pasti udah pada tau kan GitHub? Nah, di Arkademy juga punya Git. Pada sesi kedua itu, saya menjelaskan kepada peserta training tentang Git arkademy, kita belajar tentang cara pakai akun Git mereka di Git Arkademy. Lalu dilanjutkan dengan penjelasan tentang API (Application Programming Interface) yang paling umum digunakan API RESTFul, kemudian dilanjutkan dengan percobaan modul D’Fish (isinya tentang cara buat alat otomatisasi pemberi makan ikan dengan menggunakan microservo) lalu modul D’Visi (untuk security dengan sensor PIR (pendeteksi gerakan manusia), all went good, except modul D’visi masih ada beberapa kendala, kadang sensornya tidak bekerja (atau mungkin terlalu sensitive). Sesi terakhir diisi dengan promosi Arkademy dan perpisahakan (photo-photo). Hehehe 😀

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

For information juga, saya sebenarnya juga asli berasal dari Banjarmasin tepatnya di kota kecil paling ujung provinsi Kalimantan Selatan dekat dengan perbatasan Kalimantan Timur. Kota Tabalong (Tanjung Bersinar) adalah kota dimana aku berasal. Senang rasanya bisa kembali ke provinsi dan mengajarkan dan membagikan sedikit ilmu yang saya miliki buat dunia pendidikan. Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi saya bisa menjadi salah satu bagian yang membawa perubahan bagi penerus bangsa. Hehe.. Semoga ilmu yang sudah saya bagikan dapat bermanfaat bagi yang sudah menerimanya khususnya murid dan guru di SMK Telkom Banjarbaru.

Oh iya, untungnya selama di Banjarbaru saya memiliki sepupu yang bekerja dan tinggal disana jadi saya menyempatkan waktu bertemu dengan keluarga di Banjarbaru walaupun tidak bisa lama tapi bisa bertamu semalam.

Tiba akhirnya 28 Maret aku kembali ke Salatiga dari Syamsudin Noor International Airport Banjarbaru ke Achmad Yani International Airport. Thank to my cousin (Ragel) yang sudah meluangkan waktunya mengantarkan sodaranya kembali ke Bandara. Hehehe… And now… Back  to reality…  

Iklan

2/3 Step is passed. #skripsi

Akhirnya setelah enam melakukan perancangan alat kentongan elektronik akhirnya bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu presetansi progress alat kentongan alat berupa seminar proposal lanjut skripsi.

Alat yang dibuat berupa kentongan elektronik server dari bambu dan client dari kotak berbahan plastik dimana didalamnya berisi komponen elektronik seperti mikrokontroler, dll.

Sebelum menghadapi seminar proposal lanjut saya diminta dosen pembimbing 2 untuk simulasi presentasi sebelum presentasi yang sebenernya di kelas KomTek (Komunikasi Teknik). Presentasi berlangsung lancar dan banyak pertanyaan mengenai alat yang aku buat baik dari fungsi dan keamanan alat itu sendiri.

Tiba hari-H akhirnya aku melakukan Seminar Proposal Lanjut Skripsi dengan moderator dosen pembimbing 2 dan satu penguji. Pada saat itu harusnya ada dua penguji tapi karna satu lain hal penguji kedua tidak bisa datang. Seminar dimulai tanpa penguji dua dan semuanya berjalan lacar baik dari presentasi dan demo alat tersebut.

Seneng banget karena setelah seminar dan diberitahu bahwa proposalku tidak ada perubahan (revisi) disuruh untuk terus melanjutkan apa yang belum dibuat pada kentongan elektronik.

Aku merasa sangat diberkati sekali karena dari sejak pengumpulan proposal lanjut tidak ada revisi hingga seminar proposal lanjut tidak ada revisi dan semua langsung di acc oleh dosen pembimbing 1 dan 2. Bersyukur banget rasanya seperti Tuhan sedang bekerja membantu anaknya yang sedang kesusahan. Mukjizat dari Tuhan banget ini, karena minggu sebelum hari Senin aku ke gereja berdoa supaya semuanya dilancarkan dan Tuhan langsung menjawab doaku. 😀

Sekarang melanjutkan membuat alat yang belum dikerjakan yaitu mengkomunikasikan device server dan client supaya bisa dikontrol melalui tombol status pada kentongan server dan juga membuat program untuk tombol reset supaya kentongan dapat di-interupt pada saat kentongan menampilkan status pada LCD, LED dan audio.

Ini minggu kedua bulan Maret dan minggu akhir bulan April sudah harus mengumpulkan bendel skripsi supaya bisa sidang akhir (ujian akhir) pada bulan Mei nanti. Semoga semuanya dilancarkan baik dari penulisan, alat dan administrasinya. Thank God! 🙂

Pulkam Dec 2017

Cuaca yang kurang baik dan sering turun hujan membuat susah kering pakaian yang sudah dicuci. Pakaianku belum ada yang kering dan aku harus pulang kampung hari ini. Hari ini pulang kampung ke Banjarmasin melalui bandara Ahmad Yani International Airport. Perjalanan dimulai dari Salatiga – Ungaran – Kab. Semarang – Banyumanik – Semarang – Bandara Ahmad Yani.

Dari Kost aku minta bantuan teman (Dicky) untuk mengantar ke depan kampus UKSW. Barang bawaanku hanya koper ukuran 28 inch, tas ransel dan tas selempang. Tas koper berisi barang-barang bawaan berisi oleh-oleh dan pesanan my sister dan beratnya sekitar 19 kg. Untung aja nggak melebihi limit bagasi per person.

Kemudian, setelah menunggu beberapa saat datanglah bis Safari. Pas naik bis nggak dapat kursi duduk, tetapi setelah setengah perjalanan akhirnya ada penumpang yang turun dan baru dapat tempat duduk. Untuk perjalanan dari Salatiga ke Semarang dengan bis Safari hanya perlu bayar Rp. 15.000,- saja.

Sesampainya di daerah Sukun (Semarang) aku langsung pesan taksi online (Go-Car). Kemudian taksi online datang dan koper dimasukkan di bagasi, bukannya sopir Go-Car yang memasukkan barang tapi aku sendiri, I think it doesn’t good service. Lalu, di dalam Go-Car si sopir mencoba mencairkan suasana and i don’t like it because i feel not comfortable. Untuk perjalanan menggunakan Go-Car ini cuman bayar Rp. 39.000,- dan uang parkir ke bandara Rp. 5.000,-

Delayed for 1 hour and will be take off at 16:10.

Sampai di Banjarmasin naik travel ke Muara Uya tiba jam 3 pagi. Dan sesampainya di Muara Uya disambut oleh Mama sementara yang lainnya masih pada tidur. Senang rasanya bisa kumpul bersama keluarga.

Setelah beberapa minggu disana, tanggal 3 Januari aku pergi kembali ke Semarang dengan pesawat Lion dan sampe landing dengan selamat di Semarang langsung berangkat menuju ke Salatiga by bus. Liburan yang singkat ya. hehe..

 

#Moview: WONDER (2017)

Aku mau coba review satu film keluarga yang baru tayang di bioskop Indonesia dan sangat direkomendasikan untuk ditonton dibulan Desember ini bersama keluarga. Ya film ini adalah WONDER. Film ini menceritakan tentang seorang anak yang terlahir dengan wajah yang tidak normal karena faktor gen dan ini jarang sekali terjadi. Tetapi bersyukur sekali si Auggie memiliki keluarga yang sangat care satu sama lain even his sisters really love him so much eventhough her brother face looks so nay.

Film Wonder ini dibintangi beberapa aktris yang sudah tidak asing, seperti Julia Robert dan Owen Wilson. Ada beberapa aktris yang baru belum pernah aku lihat sebelumnya, seperti Jacob Tremblay, Mandy Patinkin, Daveed Diggs, and Izabela Vidovic. Ceritanya dibuat berdasarkan dari sebuah novel Best-Seller oleh R.J. Palacio.

Bagi saya dari awal film ini dimulai ceritanya sudah dapat menyentuh hati saya dan ke alur ceritanya yang sudah membuat sedih karena film ini menunjukkan bagaimana peran keluarga sangat terlihat sekali saat memberikan semangat kepada Auggie yang akan pertama kali memasukki dunia sekolah karena sebelumnya si Auggie ini hanya home-schooling bersama ibu dan pengajar luar lainnya. Keluarganya sangat khawatir saat Auggie memasuki dunia sekolah, khawatir Auggie akan dibully oleh teman-temannya di sekolah. Tetapi Auggie sangat kuat menghadapi beberapa teman-temannya yang memang senang membully. Saat Auggie merasa down, dia enggan menceritakan kejadian apa yang terjadi selama sekolah, hingga orang tuanya yang harus lebih peka dan memberikan semangat kepada Auggie. Cerita lain dari film ini lebih tentang persahabatan, keluarga, integrity dan encouraging. Akting Julia Robert sangat bagus sekali menjadi ibu bagi Via dan Auggie.

Satu hal yang menjadi kelebihan Auggie di Sekolah adalah dia anak yang sangat pintar untuk mata pelajaran Science dan dia bercita-cita ingin menjadi Astronaut dan pergi ke bulan. Dan his sister really talented saat memainkan drama sekolah dan keluarga serta teman-temannya sangat bangga because she make it.

Akting Owen Wilson sebagai Ayah Auggie menjadi bumbu komedia di film Wonder ini. Ada beberapa scene yang membuat penonton tertawa karena percakapan antara Ayah Auggie dan Auggie.

Di film ini juga terdapat beberapa Scene yang tidak hanya menceritakan tentang Auggie tetapi juga ada scene yang menceritakan tentang temannya Auggie (Jack Will), his sisters (Via), Miranda temannya kakak-nya Auggie and his rival too. Overall, I do really enjoy this movie and touching my heart so much. Hehehe.. Film ini sukses membuat penonton (aku) mengeluarkan air mata dan sampai keluar ingus wkwk.. 😀

This is really worth to watch 😀 Rate: 8/10

Ini beberapa kumpulan scene film Wonder :

 

Dolan Hemat 50k

Hari ini pergi dolan bareng anak-anak Linnaaw ke Transmart Semarang karena sebelumnya kita di grup WA berencana mau nonton film Marlina Pembunuh Empat Babak yang menurutku film-nya bakalan menarik.

Nah, pagi sekitar pukul 11:00 pas lagi kumpul di Linnaaw kita berencana mau naik Go-Car ke terminal Bawen lalu dari situ lanjut naik pake bus TransJateng yang katanya buat mahasiswa yang punya KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) cuma bayar Rp. 1.000,- . Tetapi kejadian lucu hari ini kita pesan Go-Car dari Salatiga dan ternyata karena kita ada ber-enam orang dan Go-Car yang kita pesan tidak bisa memuat 6 orang di dalam mobil dan akhirnya kita canceled orderannya. Lalu kita mau coba pesan Go-Car lagi dengan harapan dapat mobil Go-Car yang berbeda tetapi kita dapat mobil dan sopir yang sama dengan orderan sebelumnya dan ini membuat emosi driver Go-Car karena jika pesanannya di canceled terus maka rating-nya bakalan turun. Driver-nya datang berhenti di depan rumah Linnaaw dan salah satu temen kami keluar meminta maaf karena canceled orderan Go-Car. Hehe Pengalaman yang nggak bisa dilupakan, untung saja driver Go-Car hanya emosi sebentar saja, so next time jika mau pesan Go-Car pastikan ke Driver dulu bisa memuat 6 orang apa tidak.

Karena pesan Go-Car batal akhirnya kita memutuskan untuk pergi menggunakan bis mini dari Salatiga dengan biaya per orang Rp. 4.000,- saja. Kita menunggu mini bus di perempatan Turen, berharap dapat bis. Akhirnya bis datang dan kita pergi berenam dengan happy dan hanya aku saja yang terlihat tidak happy, bagaimana enggak aku paling gampang pusing dan mual kalau udah di dalam bis apalagi kalau bis-nya sampai sesak dipenuhi oleh anak-anak sekolahan. Huhuhu

Sesampai di Terminal Bawen kita pergi mencari BRT Trans Jateng. Sedikit jokes dari teman yang salah menyebut BRT Trans Jateng menjadi Transmart 😀 “Eh, kita pergi naik transmart kan?” So funny thing. Sangat jauh sekali perbedaan fisiknya antara Trans Jateng dan Transmart haha 😀 And you know what ? Ternyata emang bener kalau kamu mahasiswa yang punya KTM terus mau naik transportasi BRT Trans Jateng maka kamu nggak bakalan nyangka kalau kamu cuma bayar transportasi-nya cuma seharga Rp. 1.000,- saja dengan syarat menunjukkan KTM kamu ke petugas. So murah banget kan 😀 Andai aja Trans Jateng bisa sampai ke Salatiga tetapi belom ada rute ke Salatiga ternyata jadi harus lewat Terminal Bawen. So sad. 😦

About one hour kita di dalam BRT Trans Jateng akhirnya kita sampai juga di Jalan Setia Budi, yaps sekitar jam 12:30 p.m.. Lokasi dimana Transmart ini dikasi nama Transmart Setia Budi. Dan BRT TransJateng singgah di halte yang lumayan jauh dari Transmart not so far sih jalan kaki sekitar 5 menit. Setelah turun dari halte kita langsung lari menuju Transmart karena kita berpikir film Marlina bakalan mulai jam 12:45 p.m, kita lari menuju transmart dan diguyur oleh hujan haha 😀

Sesampainya di XXI Transmart Setia Budi kita langsung menuju pemesanan tiket dan ternyata haha… Film Marlina tidak tayang di Transmart Setia Budi tetapi hanya tayang di DP Mall dan Mall Ciputra Semarang saja dan kita mikir sepertinya waktunya tidak cukup untuk pergi kesana lagi, pupus harapan buat menonton film Marlina. Kemudian kami berpikir untuk menonton film lain yang bagus, lalu terfokus ke salah satu film yang sedang di bioskop yaitu film Wonder. Setelah bergumul keras dengan teman-teman akhirnya kita memutuskan untuk menonton film Wonder. Untuk bioskop XXI di Transmart Setia Budi harga tiket untuk weekdays hanya Rp. 30.000,- saja.

Nah, waktu aku dan kak Widi memesan tiket nonton terjadi kesalahan cetak tiket oleh mbak-nya. Dari awal kita sudah bilang mau menonton film “Wonder” tetapi setelah dicetak kita baru sadar bahwa tiket yang dicetak bukan tiket film Wonder melainkan film Murderer of Orient Express dan kita komplain ke mbak-nya dan mereka bilang tidak bisa mengganti tiket filmnya karena tiket yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan lagi. Entah, ini kesalahan dari kami yang kurang memperhatikan/cek ulang tiket yang beli baik di layar maupun dengan prosedur dari pihak XXI sudah me-repeat setiap transaksi yang akan dilakukan atau mbak-nya yang kurang mendengar kami mengucapkan kata Wonder dan dia pikir Murderer. Akhirnya dari pihak XXI mereka hanya bisa bantu untuk menjualkan kembali tiket kami yang salah cetak dan jika sudah terjual semua kami bisa mengganti dengan tiket film Wonder. Karena waktunya masih lama, saat itu jam 12:55 dan film Wonder mulai jam 14:30 dan kami tinggalkan tiket yang salah cetak itu dan pergi keliling Transmart. Berharap tiket yang kami beli terjual dan kami bisa mendapat tiket baru untuk film Wonder.

Sambil menunggu, kami pergi ke lantai 3 Transmart Studio buat foto-foto dan main game disana. Setelah main game kami pergi mencari makan yang harganya lumayan murah untuk ukuran mall. Disana aku menghabiskan uang untuk makan sekitar Rp. 20.000,-  and I calculated budget nya melebihi limit kami Rp. 50.000,- Haha 😀 Dan jam menunjukkan pukul 14:18 kami bergegas pergi ke XXI Transmart Setia Budi lagi dan menanyakan tiket kami yang salah cetak. Setelah sampai ternyata tiket kami masih tersisa 2 lagi yang belum terjual dan kemudian mbak yang berbeda yang melayani kami saat itu menelpon ke atasan-nya mungkin saat itu. Berharap mereka tetap mengganti tiket kami yang salah cetak. And….. Taraaa ternyata tiket kami diganti semua, akhirnya kami mendapatkan 6 tiket nonton untuk film Wonder. What a day! Haha 😀

Akhirnya kami menonton film Wonder. Buat kamu yang ngerasa pecinta film, aku rekomen banget buat kamu nonton film Wonder. Bagus banget ceritanya and so touching banget. Dari awal film baru mulai aku sudah merasa sedih menonton filmnya. Karena mungkin aku yang udah lama jauh dari keluarga dan jarang kumpul keluarga jadi merasa agak menyentuh banget film-nya. Haha 😀 Mungkin untuk film wonder akan aku buat khusus review nya di posting yang selanjutnya ya, just check it out later 🙂

Sesudah menonton kami pergi ke lantai 3 Transmart dan menghabiskan saldo untuk bermain game disana dan tiket game kami sudah lumayan banyak untuk ditukarkan. Sesudah itu kami pergi pulang dari Transmart menuju ke Terminal Bawen menggunakan BRT Trans Jateng, saat itu jam 18:00 dan bis dipenuhi banyak sekali penumpang dan berdesak-desakan karena memang pada saat jam pulang kerja. Sesampainya di terminal Bawen kami pesan Go-Car dan puji Tuhan Go-car yang kami pesan bisa memuat enam penumpang dan kami kembali ke Salatiga dengan peacefully 😀

Itu saja pengalaman liburan kami dengan budget tipis-tipis versi kami. Walaupun gagal hemat dolan 50K tetapi kami sangat menikmati perjalanan dan film yang kami tonton. 😀

Detailed My Own Budget : 

  • Pergi Naik Mini Bus : 4K
  • Transit Naik Trans Jateng PP : 2K
  • Makan : 20K
  • Nonton : 30K
  • Pulang Naik Go-Car : 8K

TOTAL Spend 64K IDR. So, we are failed on the Challenges dolan 50K only. Haha 😀